Professional Development League: Sistem Baru Kompetisi Usia Muda di Inggris

 Grassroots
Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub

Pertandingan final Barclays Premier League U21 antara MU vs Tottenham merupakan akhir dari musim perdana Professional Development League yang digelar tahun ini (sumber: dailymail.co.uk)

Inggris boleh memiliki kompetisi professional sekelas Premier League, namun prestasi timnas Inggris di pentas internasional tidak kunjung membaik. Ini mengindikasikan ada sesuatu yang salah dalam sistem sepakbola di negara tersebut.

Pihak FA (PSSI-nya Inggris) menyadari masalah terletak pada system kompetisi usia muda. Untuk itu, sejak musim 2012-2013, sebuah gebrakan besar dilakukan. FA merombak system kompetisi yang lama. Sebagai gantinya, dibuatlah sebuah sistem kompetisi baru yang dinamakan Professional Development League.

Dalam sistem ini, FA menggelar kompetisi untuk kategori U-21 yang sebelumnya seperti terlupakan. Selama ini, kompetisi usia dini yang diselenggarakan hanya mencapai U-19 tahun lewat Premier Academy League dan Football League Youth Alliance. Sementara para pemain U-21 hanya bisa mengikuti kompetisi Premier Reserve League atau kompetisi antartim cadangan. Itu pun harus bergabung dengan pemain senior yang kebetulan tidak masuk dalam skuad tim utama. Alhasil, kesempatan untuk mengasah kemampuan menjadi minim.

Tanpa disadari, ini menimbulkan kesenjangan kualitas antara pemain U-21 dan pemain tim utama. Imbasnya, sulit bagi pemain muda untuk bisa mencuat. Minimnya jam terbang membuat pemain muda gagap ketika harus bergabung dengan tim utama. Lewat Professional Development League, persoalan ini diharapkan akan teratasi.

“Kompetisi U-21 ini diharapkan menjadi transisi penting untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi dan menjadi taman bermain yang keras bagi pemain untuk menempa diri. Sebab, bukan tidak mungkin pertandingan selanjutnya yang dijalani si pemain adalah laga debut di Premier League,” ujar Ged Roddy, Director of Youth Premier League.

Untuk menjamin kualitas kompetisi, pihak FA tidak main-main. Standar tinggi diterapkan bagi tim peserta. Sebelum menempatkan tim-tim peserta ke dalam tiga kasta kompetisi yang ada, FA terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap akademi tim yang bersangkutan. Penilaian tersebut mencakup sistem serta kelengkapan fasilitas.

Sumber: Tabloid Soccer




Author: 

Nama saya adalah M. Iqbal Al Ghifari. Admin dari blog My SepakBola. Blog ini berisi tentang Update Sepak Bola Dunia dan Indonesia.

Related Posts

3 Responses

  1. Kualitas Akademi Klub Sebagai Penilaian Professional Development League | My SepakBola Blog | Update Sepak Bola Dunia dan IndonesiaMay 24, 2013 at 10:59 amReply

    [...] menjamin kualitas kompetisi di Professional Develompment League, FA menerapkan standar tinggi bagi yang ingin mengikutinya dengan melakukan penilaian terhadap [...]

  2. Kesempatan Langka Bermain di Stadion Utama Klub | My SepakBola Blog | Update Sepak Bola Dunia dan IndonesiaMay 24, 2013 at 11:28 amReply

    [...] menggulirkan Professional Development League, FA menerapkan sebuah aturan unik. Setiap klub wajib memainkan dua laga kandangnya di stadion utama [...]

  3. Serba-Serbi Professional Development League di Musim Perdana | My SepakBola Blog | Update Sepak Bola Dunia dan IndonesiaMay 24, 2013 at 4:55 pmReply

    [...] Professional Development League terbagi ke dalam tiga kasta berbeda. Pembagiannya berdasarkan penilaian yang dilakukan FA bekerja sama dengan Elite Player Performance Plan (EPPP). [...]

Leave a Reply