Tag Archives: Liga Inggris U21

Larnell Cole, Liga Inggris U21, Manchester United, Pemain Muda Manchester United, premier league, Premier League U21, rising star manchester united, ryan tunnicliffe, tom Thorpe, jesse lingard, Michele fornasier

Pemain Muda Manchester United Sulit Tembus Langsung

Manchester United pada era Sir Alex Ferguson dikenal sebagai klub yang membuka banyak kesempatan bagi pemain muda untuk tampil di tim utama. Namun, tak banyak yang bisa langsung mencicipi tanpa harus menjalani masa peminjaman.

Pemain-pemain muda yang dimiliki Setan Merah saat ini sebagian besar menjalani masa penggojlokan di tim lain sebelum ditarik pulan dan bergabung dengan tim utama. Para pemain muda seperti Fabio da Silva, Tom Cleverley, atau Daniel Welbeck harus menjalani masa pematangan bersama tim-tim lain.

Saat “sekolah” bersama klub lain, para pemain muda tersebut bisa berkembang karena mendapat kesempatan tampil lebih banyak ketimbang tetap di Old Trafford. Tentu saja, Setan Merah bisa dibilang hanya memberikan “sentuhan akhir”. Ketika dianggap sudah berkembang dengan baik, para pemain muda yang sudah terasah mental dan skill-nya bisa langsung menampilkan performa terbaiknya ketika tampil bersama tim utama Red Devils.

Praktis sejak era class 92, tak banyak pemain muda yang bisa menembus langsung tim utama tanpa harus menjalani masa peminjaman. Saat ini hanya tersisa Darren Fletcher yang menjadi pemain muda terakhir yang mampu langsung menembus tim utama. Fletcher langsung ditarik dari tim U-18 sejak 2001 tanpa harus “bersekolah” di klub lain seperti pemain muda Setan Merah lainnya.

Larnell Cole, Liga Inggris U21, Manchester United, Pemain Muda Manchester United, premier league, Premier League U21, rising star manchester united, ryan tunnicliffe, tom Thorpe, jesse lingard, Michele fornasier
Darren Fletcher merupakan pemain yang langsung masuk tim utama dari tim junior (sumber foto: www.theguardian.com)

Bahkan beberapa pemain muda potensial yang dimiliki tim U-21 saat ini pun pernah merasakan dipinjamkan ke klub lain. Sisi positifnya, para pemain muda ini sudah terasah dengan baik saat mendapat kepercayaan tampil bersama tim utama. Sukses Manchester United pun kerap didukung performa apik para pemain mudahanya. Itulah yang membuat Sir Alex Ferguson menjaga filosofinya tersebut hingga akhir masa jabatannya tahun ini.

Sumber: Tabloid Soccer

Larnell Cole, Liga Inggris U21, Manchester United, Pemain Muda Manchester United, premier league, Premier League U21, rising star manchester united, ryan tunnicliffe, tom Thorpe, jesse lingard, Michele fornasier

Inilah Pemain Manchester United U-21 Yang Siap Naik Kelas

Beberapa pemain muda Manchester United yang sukses juara di Premier League U-21 layak promosi ke skuad utama. Siapa saja mereka?

Larnell Cole

Selama hampir 15 tahun terakhir, lini tengah Manchester United sangat bertumpu pada visi permainan Paul Scholes. Caranya membaca permainan dan melepaskan umpan memudahkan tim melakukan serangan. Kini, Scholes telah pensiun. Mengejutkan, Scholes secara langsung menunjuk sosok Larnell Cole dari tim U-21 Manchester United sebagai suksesornya.

Cole memang punya semua atribut untuk menjadi seperti Scholes. Tubuh yang tak terlalu besar memungkinkan Cole bergerak lincah ketika memegang bola. Selain itu, pemain berusia 20 tahun tersebut juga dibekali ketahanan tubuh di atas rata-rata dan kemampuan melepaskan umpan secara akurat. Di Premier League U-21 2012-2013, Cole selalu menjadi pilihan utama pelatih Warren Joyce. Sepanjang musim, dia bermain dalam 25 kesempatan. Jumlah tertinggi di antara skuad Manchester United U-21 lainnya.

Biodata Larnell Cole

Lahir: Manchester (Inggris), 9 Maret 1993

Posisi: Midfielder

Main: 25

Menit Bermain: 2135

Gol/Assist: 2/2

Larnell Cole, Pemain Muda Manchester United, Manchester United, Premier League U21, Liga Inggris U21, Premier League
Larnell Cole, pemain Manchester United yang mendapatkan gelar Man of the Match di final Liga Inggris U21, di foto Larnell Cole bersama Sir Bobby Charlton (sumber foto: www.premierleague.com)

Tom Thorpe

Manajer Manchester United, David Moyes layak mempertimbangkan kemungkinan mempromosikan Tom Thorpe ke skuad utama. Selain bisa diandalkan untuk melapis Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Chris Smalling, atau Phil Jones di posisi bek tengah, Thorpe juga tangguh ketika diberi tugas sebagai fullback.

Di tim Manchester United U-21, Thorpe memang sudah sering diberi tugas ganda. Ketika tim membutuhkan gol, pelatih Red Devils U-21, Warren Joyce langsung menggeser Thorpe dari bek tengah menjadi fullback atau wingback. “Thorpe punya kemampuan unik. Di samping skill bertahan, kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta melepaskan umpannya sangat baik. Saya jarang melihat bek dengan skill komplet seperti Thorpe,” puji Joyce

Biodata Tom Thorpe

Lahir: Manchester (Inggris), 13 Januari 1993

Posisi: Defender

Main: 24

Menit Bermain: 2069

Gol/Assist: 2/0

Larnell Cole, Liga Inggris U21, Manchester United, Pemain Muda Manchester United, premier league, Premier League U21, rising star manchester united, ryan tunnicliffe, tom Thorpe, jesse lingard, Michele fornasier
Tom Thorpe (sumber foto: www.manutd.com)
Larnell Cole, Liga Inggris U21, Manchester United, Pemain Muda Manchester United, premier league, Premier League U21, rising star manchester united, ryan tunnicliffe, tom Thorpe, jesse lingard, Michele fornasier
Tom Thorpe (sumber foto: www.footballzz.com)

 

Michele Fornasier

Menjadi pemain muda asal Italia yang bergabung dengan Manchester United bukan sebuah perkara mudah. Nama-nama yang sebelumnya pernah menghiasi daftar pemain muda Setan Merah kurang bisa menjaga konsistensi penampilan. Dari mulai Giuseppe Rossi, Federico Macheda, hingga Davide Petrucci.

Akan tetapi, jika melihat grafik perkembangan yang dialami Michele Fornasier, kecenderungan itu bisa diubah. Kontribusi yang diberikan kepada tim terus meningkat. Sejak bergabung dengan U-18, tim cadangan, hingga kini di tim U-21, Fornasier semakin dipercaya sebagai benteng utama pertahanan. Bisa jadi dia akan mengakhiri masa muram yang dialami para pemain muda Italia lainnya.

Biodata Michele Fornasier

Lahir: Vittorio Veneto (Italia), 2 Agustus 1993

Posisi: Defender

Main/Menit Bermain: 22/1.784

Gol/Assist: 1/1

Larnell Cole, Liga Inggris U21, Manchester United, Pemain Muda Manchester United, premier league, Premier League U21, rising star manchester united, ryan tunnicliffe, tom Thorpe, jesse lingard, Michele fornasier
Michele Fornasier (sumber foto: www.premierleague.com)

Jesse Lingard

Salah satu pemain muda dengan intelegensia yang mumpuni dimiliki Manchester United adalah Jesse Lingard. Naluri menyerangnya yang tinggi didukung oleh akurasi tendangan nan mematikan. Tak Cuma itu, Lingard pun dikenal bisa melewati bek-bek lawan dengan memanfaatkan kecepatannya membawa bola.

Sebagai gelandang serang, posisi ideal Lingard memang berada di belakang striker. Meski demikian, jika dibutuhkan Lingard pun bisa bermain lebih melebar sebagai winger. Sebelah kanan atau kiri tak jadi masalah bagi dia. Selama dia diberi kesempatan untuk banyak menggedor pertahanan lawan, Lingard berpotensi menjadi ancaman serius semua defender.

Biodata Jesse Lingard

Lahir: Warrington (Inggris), 15 Desember 1992

Posisi: Attacking Midfielder

Main/Menit Bermain: 25/1.812

Gol/Assist: 4/7

Larnell Cole, Liga Inggris U21, Manchester United, Pemain Muda Manchester United, premier league, Premier League U21, rising star manchester united, ryan tunnicliffe, tom Thorpe, jesse lingard, Michele fornasier
Jesse Lingard (sumber foto: www.united.no)

Ryan Tunnicliffe

Inilah salah satu pilar kesuksesan tim U-21 Manchester United meraih juara musim ini. Gelandang serbabisa kelahiran Bury 21 tahun yang lalu ini seolah dilahirkan untuk menjadi gelandang andal. Salah satu kelebihannya yang menjadikannya kerap dimainkan sebagai gelandang bertahan adalah timing melakukan tackle yang sangat tepat.

Meski demikian, hal ini tak mengurangi naluri menyerang yang masih dimiliki Tunnicliffe. Dia masih bisa digunakan untuk membantu serangan saat dibutuhkan timnya. Terbukti, sepanjang tampil bersama U-21 pada musim 2012-13, Tunnicliffe mampu menyumbang dua gol dan dua assist. Jam terbangnya pun sudah cukup tinggi karena pernah bermain bersama tim utama di Piala FA ketika bertemu Manchester City.

Biodata Ryan Tunnicliffe

Lahir: Bury (Inggris), 30 Desember 1992

Posisi: Defensive Midfielder

Main/Menit bermain: 24/1.980

Gol/Assist: 2/2

Larnell Cole, Liga Inggris U21, Manchester United, Pemain Muda Manchester United, premier league, Premier League U21, rising star manchester united, ryan tunnicliffe, tom Thorpe, jesse lingard, Michele fornasier
Ryan Tunnicliffe (sumber foto: www.whoateallthepies.tv)

Sumber: Tabloid Soccer

Logo Barclays U21 Premier League (sumber: Wikipedia)

Serba-Serbi Professional Development League di Musim Perdana

Professional Development League yang merupakan regulasi baru di Inggris mengenai kompetisi usia dini telah dicanangkan dan telah dilaksanakan di musim kompetisi yang perdana yaitu musim 2012-2013. Dan berikut adalah serba-serbi tentang Professional Development League di Inggris, untuk kita ketahui semua bagaimana Inggris mencoba merubah kompetisi usia dini untuk mencetak pemain muda di timnas Inggris.

Professional Development League terbagi ke dalam tiga kasta berbeda. Pembagiannya berdasarkan penilaian yang dilakukan FA bekerja sama dengan Elite Player Performance Plan (EPPP).

Penilaian terbagi dalam empat kategori. Klub yang akademinya masuk kategori 1 berhak tampil di kasta tertinggi. Sementara, klub kategori 2 tampil di kasta kedua. Sedangkan klub kategori 3 dan 4 masuk kompetisi kasta ketiga.

Kompetisi kasta pertama atau Professional Development League 1 memiliki nama sponsor Barclays U-21 Premier League dan diikuti oleh 22 peserta. Rinciannya, 17 dari Premier League dan lima dari Divisi Championship. Kompetisi kasta kedua atau Professional Development League 2 diikuti 23 klub. Kompetisi kasta ketiga atau Professional Development League 3 terbagi dalam dua kompetisi, Central League U-21 dan Football League Youth Alliance U-18.

Jadi, setiap kasta dalam Professional Development League mempunyai dua liga dalam dua usia berbeda yaitu U-21 dan U-18.

Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
pembagian kompetisi di Professional Development League sesuai kategori yang dinilai EPPP (sumber foto: Wikipedia)
Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
klub yang ada di kategori 1 pada Professional Development League yang dibagi dalam 3 grup (sumber: Wikipedia)
Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
klub yang ada di kategori 2 dalam Professional Development League (Sumber foto: Wikipedia)
Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
klub yang ada di kategori 3 dan 4 yang dibuat dalam kompetisi Central League khusus U-21 (sumber foto: Wikipedia)
Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
klub yang ada di kategori 3 dan 4 yang dibuat dalam kompetisi Football League Youth Alliance khusus U-18 (sumber foto: Wikipedia)

Sumber: Tabloid Soccer, Wikipedia

Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub

Kesempatan Langka Bermain di Stadion Utama Klub

Dalam menggulirkan Professional Development League, FA menerapkan sebuah aturan unik. Setiap klub wajib memainkan dua laga kandangnya di stadion utama klub. Ini merupakan aturan yang tidak lazim. Di Negara lainnya, pertandingan tim U-21 biasanya hanya diselenggarakan di stadion yang bukan homebase tim utama.

Ada beberapa tujuan dari penerapan aturan ini. Pertama, FA ingin memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer pertandingan level tertinggi. Kedua, pengalaman ini diharapkan memacu pemain muda untuk menampilkan yang terbaik.

“Bermain di stadion utama untuk beberapa pertandingan sangat menyenangkan bagi pemain. Itu akan memacu mereka. Saya yakin beberapa dari pemain belum pernah merasakannya. Saat berjalan di lapangan, mereka akan memandang sekeliling dan berkata “Aku ingin merasakannya lagi,” ini salah satu bagian dari perubahan yang saya sukai,” kata Head Development Coach Arsenal, Terry Burton.

Pemain muda Arsenal memang sudah merasakan pengalaman langka ini. Laga pembuka Barclays U-21 Premier League antara Arsenal kontra Blackburn Rovers yang berlangsung pada 25 Agustus lalu digelar di Stadion Emirates. Ini menumbuhkan motivasi yang besar bagi pemain.

Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
Arsenal U21 vs Blackburn U21 pertandingan pembuka Barclays Premier League U21 di Stadion Utama Arsenal, Emirates (sumber: arsenal.com)

“Aku sangat senang saat mengetahui akan bermain di Emirates. Bermain di sana membuat aku lapar untuk bermain bersama tim utama. Bahkan, aku merasakannya hanya dengan menyaksikannya pertandingan,” aku pemain muda Arsenal, Chuba Akpom

Begitu juga dengan laga penutup yaitu final Barclays U-21 Premier League, pertandingan Manchester United versus Tottenham Hotspur yang diadakan di stadion Old Trafford. Suasana stadion Old Trafford yang biasa dipakai homebas seniornya ini dirasakan langsung oleh pembawa kemenangan Manchester United atas Tottenham Hotspur yaitu, Larnell Cole.

Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
Manchester United U21 vs Tottenham U21 dilaksanakan di stadion Old Trafford, stadion utama Manchester United (sumber: www.sportsdirectnews.com)

“Bermain di stadion yang dipakai di Premier League memberikan anda tekanan dalam pertandingan tersebut. Kondisi di bawah tekanan inilah yang selalu diinginkan, apalagi di depan suporter yang banyak. Ini yang akan berpengaruh lebih baik kepada performa diri anda sebagai pemain dan sebuah tim, dan itulah yang benar-benar dibutuhkan” ucap Larnell Cole

Bagi FA, aturan ini diharapkan menjadi simulasi bagi pemain sebelum tampil di pertandingan professional. “Laga-laga digelar dengan struktur melengkapi Premier League. Pelatih tim utama bisa tahu siapa pemain U-21 yang akan dimasukkan ke bangku cadangan. Tapi, jika tidak memungkinkan, manajer tetap bisa berharap pemain mudanya merasakan sepakbola berkualitas di kompetisi U-21,” ujar Ged Roddy, Director of Youth Premier League.

Sumber: Tabloid Soccer, www.premierleague.com

Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub

Kualitas Akademi Klub Sebagai Penilaian Professional Development League

Dalam menjamin kualitas kompetisi di Professional Develompment League, FA menerapkan standar tinggi bagi yang ingin mengikutinya dengan melakukan penilaian terhadap akademi klub yang ingin mengikutinya. Penilaian pada akademi meliputi sistem pembinaan hingga kelengkapan fasilitas.

Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
Penilaian Akademi Klub sebagai syarat untuk masuk kategori dalam Professional Development League merupakan keharusan untuk meningkatkan kualitas pencetak pemain muda di Inggris (sumber: Dailymail.co.uk)

Dari hasil penilaian, terbukti tidak semua lub Premier League memiliki akademi yang bagus. Buktinya, dari 20 klub Premier League, hanya 17 klub yang akademinya masuk dalam kategori 1 dan berhak tampil di kasta tertinggi. Tiga tim, yakni Swansea City, Quees Park Rangers, dan Wigan Athletic masuk kategori 2 sehingga harus berkompetisi di level kedua.

Sementara itu, ada lima klub non-Premier League yang akademinya masuk kategori 1. Klub-klub tersebut adalah Middlesbrough, Crystal Palace, Blackburn Rovers, Bolton Wanderers, dan Wolverhampton Wanderers.

Kebijakan menempatkan klub berdasarkan kualitas akademi klub tersebut mendapatkan sambutan positif dari peserta Professional Development League. Sebab, ini akan memacu klub-klub di Inggris untuk terus meningkatkan kualitas akademinya. “Semua orang yang menangani pembinaan pemain muda menginginkan berada di standar yang tinggi. Andai pasti ingin tampil melawan klub seperti Leeds United, Manchester City, atau Manchester United. Kami ingin terus berkembang,” ujar Billy Russell, Direktur Akademi Hull City.

Bagi klub yang sudah memiliki akademi bagus, kategorisasi ini menjadi penghargaan tersendiri. “Saya sungguh tergetar ketika akademi kami berhasil menyandang status kategori 1 untuk musim 2012-2013. Ini merupakan hasil dari kerja keras yang kami lakukan dalam beberapa bulan terakhir,” bilang Tony Carr, Direktur Akademi West Ham United.

Keberadaan kompetisi U-21 membuka peluang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuannya setiap pekan. Namun, bukan berate kans bagi pemain senior yang tidak masuk tim utama untuk merasakan kompetisi menghilang. Pasalnya, FA mengizinkan setiap klub menggunakan tiga pemain di atas 21 tahun untuk bermain di kompetisi U-21. Dengan begitu, pemain muda bisa merasakan proses pembelajaran dari seniornya.

Lewat perubahan ini bukan hanya pemain muda yang mendapat keuntungan. “Kompetisi ini merupakan cara yang bagus untuk belajar. Saya yakin dalam jangka menengah dan panjang akan ada keuntungan besar yang ikut dirasakan tim utama,” ujar pelatih akademi Brighton & Hove Albion, Luke Williams.

Sumber: Tabloid Soccer

Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub

Professional Development League: Sistem Baru Kompetisi Usia Muda di Inggris

Professional Development League, Premier League, Premier League U21, Premier Academy League, Football League Youth Alliance, Premier Reserve League, Liga Inggris, Liga Inggris U21, Pemain Muda, Kompetisi Pemain Muda, Kompetisi Usia Dini, Inggris, Pemain Muda Inggris, Akademi Klub, Akademi Klub Inggris, Stadion Utama Klub
Pertandingan final Barclays Premier League U21 antara MU vs Tottenham merupakan akhir dari musim perdana Professional Development League yang digelar tahun ini (sumber: dailymail.co.uk)

Inggris boleh memiliki kompetisi professional sekelas Premier League, namun prestasi timnas Inggris di pentas internasional tidak kunjung membaik. Ini mengindikasikan ada sesuatu yang salah dalam sistem sepakbola di negara tersebut.

Pihak FA (PSSI-nya Inggris) menyadari masalah terletak pada system kompetisi usia muda. Untuk itu, sejak musim 2012-2013, sebuah gebrakan besar dilakukan. FA merombak system kompetisi yang lama. Sebagai gantinya, dibuatlah sebuah sistem kompetisi baru yang dinamakan Professional Development League.

Dalam sistem ini, FA menggelar kompetisi untuk kategori U-21 yang sebelumnya seperti terlupakan. Selama ini, kompetisi usia dini yang diselenggarakan hanya mencapai U-19 tahun lewat Premier Academy League dan Football League Youth Alliance. Sementara para pemain U-21 hanya bisa mengikuti kompetisi Premier Reserve League atau kompetisi antartim cadangan. Itu pun harus bergabung dengan pemain senior yang kebetulan tidak masuk dalam skuad tim utama. Alhasil, kesempatan untuk mengasah kemampuan menjadi minim.

Tanpa disadari, ini menimbulkan kesenjangan kualitas antara pemain U-21 dan pemain tim utama. Imbasnya, sulit bagi pemain muda untuk bisa mencuat. Minimnya jam terbang membuat pemain muda gagap ketika harus bergabung dengan tim utama. Lewat Professional Development League, persoalan ini diharapkan akan teratasi.

“Kompetisi U-21 ini diharapkan menjadi transisi penting untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi dan menjadi taman bermain yang keras bagi pemain untuk menempa diri. Sebab, bukan tidak mungkin pertandingan selanjutnya yang dijalani si pemain adalah laga debut di Premier League,” ujar Ged Roddy, Director of Youth Premier League.

Untuk menjamin kualitas kompetisi, pihak FA tidak main-main. Standar tinggi diterapkan bagi tim peserta. Sebelum menempatkan tim-tim peserta ke dalam tiga kasta kompetisi yang ada, FA terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap akademi tim yang bersangkutan. Penilaian tersebut mencakup sistem serta kelengkapan fasilitas.

Sumber: Tabloid Soccer