Tag Archives: lisensi pelatih A

Pelatih, pelatih Indonesia, lisensi pelatih Indonesia, pelatih klub ISL, lisensi pelatih klub ISL, lisensi pelatih Indonesia Super League, ISL, Indonesia Super League, klub Indonesia Super League, daftar lisensi pelatih di ISL, lisensi pelatih D, lisensi pelatih C, lisensi pelatih B, lisensi pelatih A, lisensi pelatih nasional, lisensi pelatih internasional, lisensi pelatih AFC

Empat Tahap Proses Lisensi Kepelatihan

Pelatih, pelatih Indonesia, lisensi pelatih Indonesia, pelatih klub ISL, lisensi pelatih klub ISL, lisensi pelatih Indonesia Super League, ISL, Indonesia Super League, klub Indonesia Super League, daftar lisensi pelatih di ISL, lisensi pelatih D, lisensi pelatih C, lisensi pelatih B, lisensi pelatih A, lisensi pelatih nasional, lisensi pelatih internasional, lisensi pelatih AFC
sebelum seseorang ingin menjadi pelatih sekelas Rahmad Darmawan yang berlisensi A, calon pelatih itu harus mengikuti 4 tahap (sumber foto: www.republika.co.id)

Saat  ini, ada 65 pelatih di Indonesia yang memiliki lisensi A AFC. Sebagian besar merupakan pelatih-pelatih lawas yang sudah lama beredar di sepakbola Indonesia. Di antara mereka adalah Sutan Harhara, Danurwindo, M. Zein Alhadad, Mundari Karya, Bambang Nurdiansyah, Benny Dollo, Rudy W. Keltjes, Iwan Setiawan, Daud Joko, dan Rully Nere.

Sementara itu, sisanya adalah nama-nama yang terhitung pelatih muda. Sebut saja Jaya Hartono, Aji Santoso, Robby Maruanaya, Subangkit, Fachri Husaini, Nilmaizar, Maman Suryaman, Liestiadi, dan Mustaqim.

Proses untuk mendapatkan lisensi A AFC tidaklah mudah. Banyak prosedur yang harus diikuti sejak awal. Normalnya, dari lisensi D sampai dengan A saja membutuhkan waktu hingga 8 tahun. Berikut ini adalah empat (4) tahap menentukan dalam proses lisensi untuk menjadi seorang pelatih:

LISENSI D

Inilah tahap paling awal untuk mendapatkan lisensi kepelatihan. Lisensi ini bisa didapatkan di level Pengcab atau Pengprov PSSI. Lama kursus kepelatihan sekitar 5-14 hari. Lisensi D bisa digunakan untuk melatih klub-klub amatir atau divisi yang rendah. Kursus pelatihan untuk lisensi ini lebih menekankan pada pembinaan usia muda di bawah 13 tahun. Syarat-syaratnya adalah usia minimal 18 tahun dan memiliki ijazah SMA.

LISENSI C

Sering disebut sebagai jembatan untuk menuju tahap pelatih professional karena sudah mengarah pada pembinaan usia muda yang berada di kisaran umur 13-17 tahun. Karena itu, penyelenggara lisensi ini hanya Pengprov PSSI yang bekerja sama dengan PSSI Pusat. Pemilik lisensi C bisa menangani klub-klub amatir, bisa di Divisi III, II, dan I. bisa juga menjadi asisten pelatih di klub-klub professional. Syarat-syaratnya adalah usia minimal 21 tahun, memiliki ijazah SMA, memiliki lisensi D (aktif melatih selama 2 tahun di klub yang diakui legalitasnya).

LISENSI B Nasional/Internasional

Penentu untuk terjun ke strata professional. Di lisensi ini sudah ditekankan pada taktik dan strategi. Manajerial tim juga sudah diperkenalkan walaupun belum mendalam. Lisensi B bisa didapatakn dengan dua cara. Lisensi B Nasional yang diselenggarakan PSSI atau Lisensi B Internasional yang diselenggarakan AFC. Syarat-syaratnya adalah usia minimal 21 tahun, memiliki ijazah SMA, memiliki lisensi C (aktif melatih selama 2 tahun di klub yang diakui legalitasnya).

LISENSI A Nasional/Internasional

Proses terakhir untuk terjun ke sepakbola professional. Di lisensi ini telah dikenalkan banyak hal soal pengelolaan tim secara keseluruhan, tak melulu terkait taktik dan strategi. Sama dengan lisensi B, penyelenggara lisensi A bisa PSSI atau ADC. Untuk AFC, sertifikasi kelulusannya di sebut A AFC. Mulai musim depan, pelatih kasta tertinggi harus mengantongi A AFC. Syarat-syaratnya adalah usia minimal 21 tahun, memiliki ijazah SMA, memiliki lisensi B (aktif melatih selama 2 tahun di klub yang diakui legalitasnya).

Sumber: Tabloid Soccer

Pelatih, pelatih Indonesia, lisensi pelatih Indonesia, pelatih klub ISL, lisensi pelatih klub ISL, lisensi pelatih Indonesia Super League, ISL, Indonesia Super League, klub Indonesia Super League, daftar lisensi pelatih di ISL, lisensi pelatih D, lisensi pelatih C, lisensi pelatih B, lisensi pelatih A, lisensi pelatih nasional, lisensi pelatih internasional, lisensi pelatih AFC

Inilah Daftar Lisensi Pelatih Klub ISL

Berikut ini adalah daftar lisensi pelatih-pelatih klub di Indonesia Super League.

Pelatih, pelatih Indonesia, lisensi pelatih Indonesia, pelatih klub ISL, lisensi pelatih klub ISL, lisensi pelatih Indonesia Super League, ISL, Indonesia Super League, klub Indonesia Super League, daftar lisensi pelatih di ISL, lisensi pelatih D, lisensi pelatih C, lisensi pelatih B, lisensi pelatih A, lisensi pelatih nasional, lisensi pelatih internasional, lisensi pelatih AFC
Pelatih Jacksen F Tiago dan Rahmad Darmawan merupakan pelatih yg mempunya lisensi A (sumber foto: http://ligaindonesia.co.id)

Daftar Lisensi Pelatih di ISL

Nama Klub Lisensi
Jacksen F. Tiago Persipura Pro License A-ABTF
Kashartadi Sriwijaya FC A Nasional
Djadjang Nurjaman Persib Bandung A Nasional
Rahmad Darmawan Arema Indonesia A AFC
Salahudin Barito Putera B Nasional
Sartono Anwar Persisam Samarinda A AFC
Jaya Hartono Persiram A Nasional
Subangkit Persiwa A AFC
Heri Kiswanto Persiba A AFC
Widodo C. Putra Gresik United A AFC
Didik Ludiyanto (caretaker) Persela B Nasional
Daniel Darko Janackovic PBR UEFA Pro License
Benny Dollo Persija A AFC
Giman Nurjaman (caretaker) Persita A AFC
Erens Pahelerang Persidafon B Nasional
Afrizal (caretaker) PSPS B Nasional
Daniel Roekito Persepam MU A Nasional
Stefan Hansson Mitra Kukar UEFA Pro License

Sumber: Tabloid Soccer

Pelatih, pelatih Indonesia, lisensi pelatih Indonesia, pelatih klub ISL, lisensi pelatih klub ISL, lisensi pelatih Indonesia Super League, ISL, Indonesia Super League, klub Indonesia Super League, daftar lisensi pelatih di ISL, lisensi pelatih D, lisensi pelatih C, lisensi pelatih B, lisensi pelatih A, lisensi pelatih nasional, lisensi pelatih internasional, lisensi pelatih AFC

Lisensi Pelatih di ISL: Bukan Sekadar Formalitas

Aturan ketat regulasi lisensi kepelatihan di ISL memang sempat menimbulkan cibiran. Aturan itu dianggap hanya sekadar mengikuti regulasi AFC, bukan untuk meningkatkan kualitas kompetisi nasional. Faktanya, ada beberapa klub yang menaruh pelatih berlisensi A saat pertandingan, namun untuk pembuatan program latihan dan strategi, mereka menggunakan pelatih berlisensi B.

PT Liga Indonesia (PT LI) sadar soal fakta itu. Namun, mereka meyakini regulasi lisensi kepelatihan di ISL bukan sekadar formalitas. “Regulasi itu terkait pengembangan kualitas kompetisi secara keseluruhan. Tolong dicermati, dampaknya akan terlihat dalam jangka waktu yang lama, tidak bisa instan,” sebut Tigor Shalom Boboy, Sekjen PSSI.

Pelatih, pelatih Indonesia, lisensi pelatih Indonesia, pelatih klub ISL, lisensi pelatih klub ISL, lisensi pelatih Indonesia Super League, ISL, Indonesia Super League, klub Indonesia Super League, daftar lisensi pelatih di ISL, lisensi pelatih D, lisensi pelatih C, lisensi pelatih B, lisensi pelatih A, lisensi pelatih nasional, lisensi pelatih internasional, lisensi pelatih AFC
Logo Liga Indonesia (sumber foto: http://ligaindonesia.co.id)

Satya Bagdja Ijatna, pemegang lisensi A AFC yang kini dipercaya menjadi instruktur lisensi C AFC menjelaskan, lisensi A untuk pelatih di kompetisi level tertinggi mutlak dibutuhkan. Untuk skala jangka panjang, kata Satya, itu akan berdampak positif terhadap kualitas klub dan kompetisi.

“Di lisensi A, materi yang dipelajari sudah lengkap. Tidak melulu soal taktik, namun sudah mengarah pada keberagaman dalam tim. Pemegang lisensi A juga sudah memahami youth development, taktik keseluruhan, sampai dengan cara menyatukan semua pemain dalam satu tim. Itu yang tidak ada di lisensi B,” ungkap Satya, Kamis (16/5).

Di samping itu, lanjut Satya, pemegang lisensi A bukan semata-mata bukti bahwa sang pelatih sudah memahami ilmu kepelatihan. Menurut dia, itu juga mencerminkan pengalaman yang dimiliki sang pelatih.

“Dari lisensi B ke A, tidak bisa instan. Ingat, ada proses selama dua tahun untuk meraihnya. Sang pelatih harus aktif dua tahun lebih dulu untuk layak memiliki lisensi A. Dari sini bisa diartikan, pemiliki lisensi A telah memiliki pemahaman dan pengalaman. Ini yang dipercaya bisa membuat tim lebih baik walaupun tidak dalam waktu singkat,” tambah Satya.

Pelatih kawakan Sutan Harhara sependapat. Menurut dia, kompetisi level terbaik memang seharusnya hanya dihuni oleh pelatih-pelatih yang memiliki lisensi terbaik. “Jadi, pengalaman saja tidak cukup. Harus dipadu dengan pemahaman keilmuan,” ucap Sutan.

Sumber: Tabloid Soccer

Pelatih, pelatih Indonesia, lisensi pelatih Indonesia, pelatih klub ISL, lisensi pelatih klub ISL, lisensi pelatih Indonesia Super League, ISL, Indonesia Super League, klub Indonesia Super League, daftar lisensi pelatih di ISL, lisensi pelatih D, lisensi pelatih C, lisensi pelatih B, lisensi pelatih A, lisensi pelatih nasional, lisensi pelatih internasional, lisensi pelatih AFC

Lisensi Pelatih ISL: Menguji Konsistensi PT. Liga Indonesia

Akhir Maret lalu, Persela Lamongan memecat pelatih Gomes de Oliveira. Sang asisten pelatih, Didik Ludiyanto, naik jabatan menjadi caretaker. Sampai dengan bergulirnya putaran kedua, jabatan itu tak berubah. Selama menjadi caretaker, Didik tak gagal. Dia bisa membuat klub tampil apik. Tapi, untuk mengangkat Didik menjadi pelatih kepala, bukan perkara mudah. Regulasi kompetisi tak memungkinkan Didik untuk menjadi head coach. Itu karena dia hanya mengantongi lisensi kepelatihan B. Sementara untuk menangani klub di Indonesia Super League (ISL), seorang pelatih harus mengantongi lisensi A.

Nasib Didik juga dialami Khusaeri, asisten pelatih Gresik United. Medio Maret lalu, dia berstatuskan caretaker menggantikan Suharno yang dilengserkan. Meski sudah nyetel dengan klub, Khusaeri gagal menjadi pelatih kepala lantaran hanya memiliki lisensi C. Gresik United akhirnya menunjuk Widodo C. Putra untuk menjadi pelatih kepala.

Beda cerita dengan Salahudin. Awal musim ini, dia dipercaya sebagai pelatih kepala di Barito Putera. Posisi itu sempat digoyang karena pria yang berhasil mengantarkan Barito Putera promosi ke ISL 2013 itu hanya mengantongi lisensi B. Tetapi, hingga saat ini, posisinya itu masih aman.

Regulator kompetisi ISL, PT Liga Indonesia, tak menutup mata terhadap hal itu. Namun mereka belum bisa berbuat banyak. “Ada yang salah dengan fakta dan regulasi pelatih di ISL musim ini. Dalam dua musim terakhir, kami tengah menghadapi masalah serius. Musim lalu, ada dualism. Baru musim ini berjalan normal. Ini membuat hal-hal detail tersebut sulit dikontrol,” terang Tigor Shalom Boboy, Sekjen PSSI, Jumat (17/5).

Pelatih, pelatih Indonesia, lisensi pelatih Indonesia, pelatih klub ISL, lisensi pelatih klub ISL, lisensi pelatih Indonesia Super League, ISL, Indonesia Super League, klub Indonesia Super League, daftar lisensi pelatih di ISL, lisensi pelatih D, lisensi pelatih C, lisensi pelatih B, lisensi pelatih A, lisensi pelatih nasional, lisensi pelatih internasional, lisensi pelatih AFC
Logo Liga Indonesia (sumber foto: http://ligaindonesia.co.id)

Tigor benar. Sepanjang lima musim ISL, hal yang terjadi pada musim ini sangat ironis. Pada tiga musim pertama ISL, regulasi lisensi kepelatihan bisa diterapkan. Semua pelatih yang menangani ISL minimal mengantongi lisensi A nasional. Pemilik lisensi B hanya bisa menjadi asisten pelatih.

Dalam hal ini, bisa dikatakan ISL telah gagal melanjutkan konsistensi tersebut. “Kami tak menolak anggapan itu. Karena itu, di forum pelatih bulan lalu, kami telah membuat ultimatum tegas. Musim depan, pelatih harus mengantongi lisensi A AFC. Tanpa itu, jangan harap bisa melatih di ISL,” tambah Tigor.

Sumber: Tabloid Soccer