Tag Archives: Nigeria

FIFA Fair Play Trophy 2014, Swiss, Jerman, Nigeria, Amerika Serikat

Kandidat Timnas Peraih FIFA Fair Play Trophy 2014

Kandidat Timnas Peraih FIFA Fair Play Trophy 2014 – Penghargaan ini hanya diberikan kepada 16 tim yang lolos dari fase grup. Merekalah yang akan dinilai sebelum diputuskan tim mana yang akan meraih penghargaan. Tim yang memenanginya akan mendapatkan medali fair play dan perlengkapan sepakbola senilai 50 ribu dolar Amerika Serikat untuk pembinaan pemain muda.

Kandidat Negara FIFA Fair Play Trophy
Negara Kartu Kuning Kartu Merah
Swiss 3 -
Nigeria 3 -
Jerman 4 -
Amerika Serikat 4 -

(Tabloid Soccer)

Ogenyi Onazi, Ogenyi Eddy Onazi, Nigeria, Timnas Nigeria, Timnas Junior Nigeria, Lazio, Klub Lazio, Serie-A, Liga Italia

Profil Ogenyi Onazi

Ogenyi Onazi, Ogenyi Eddy Onazi, Nigeria, Timnas Nigeria, Timnas Junior Nigeria, Lazio, Klub Lazio, Serie-A, Liga Italia
Ogenyi Onazi (sumber foto: www.uefa.com)

Nama Ogenyi Onazi jelas masih asing di telinga pencinta Serie-A Italia. Maklum, pemain asal Nigeria itu baru musim ini kerap tampil bersama Lazio. Dia pun baru mulai dipergunjingkan setelah mencetak gol spektakuler ke gawang Samir Handanovic saat Lazio menang 3-1 atas Inter Milan pada pekan ke-36 (8/5/2013).

Setelah gol tersebut, pelatih Vladimir Petkovic menyebut Onazi adalah permata yang baru diasah. “Saya butuh darah muda di sektor tengah. Jawabannya ada pada diri Onazi. Dia ibarat permata yang muncul pada saat yang tepat,” ucapnya.

Onazi dipinang Lazio dan dimasukkan ke tim junior pada 2011 silam usai menjalani trial. Manajemen tertarik setelah Onazi tampil cemerlang bersama Nigeria di Piala Dunia U-17 2009.

Akan tetapi, tanpa campur tangan seorang pendeta, Onazi tak akan bermain di Serie-A Liga Italia dan timnas senior Nigeria. Berasal dari keluarga yang biasa, masa-masa kecil Onazi lebih sering dihiasi hidup di jalanan. Meski demikian, ayahnya tetap peduli pada masa depan Onazi. Dia memasukkan anaknya ke Pepsi Football Academy dan selang enam bulan berpindah ke tim junior El-Kanemi Warriors.

Peruntungan nasib Onazi berubah setelah kemampuannya membuat kagum pendeta Nigeria, Temitope Balogun Joshua, yang juga pendiri klub My People FC. Klub itu sendiri focus mengembangkan pemain-pemain muda berbakat. Atas permintaan langsung dari sang pendeta, Onazi lantas bergabung dengan My People pada 2009. Di klub tersebut, skill dan mental Onazi meningkat drastis. Maklum, salah satu tujuan utama My People adalah mempersiapkan pemain-pemain muda berbakat untuk menapaki jenjang karier professional.

Pada akhirnya, talenta brilian Onazi membuat Lazio merekrutnya sekaligus memberikan kontrak professional.

“Setelah musim pertamanya sejak datang ke sini, saya yakin Onazi memiliki persyaratan untuk tampil di tim utama. Skill dan mentalnya berkembang secara cepat,” ujar Alberto Bollini, Pelatih Tim Junior Lazio.

Biodata Ogenyi Onazi

Nama lengkap: Ogenyi Eddy Onazi

Lahir: Jos (Nigeria), 25 Desember 1992

Tinggi/berat: 170 cm/77 kg

Posisi: Midfielder

Karier Klub: Lazio (2012-…)

Sumber: Tabloid Soccer

stephen keshi, nigeria, pelatih, manager sepakbola, pemain nigeria, piala afrika 2013, timnas nigeria

Stephen Keshi, Sukses Membawa Nigeria Juara Piala Afrika 2013

stephen keshi, nigeria, pelatih, manager sepakbola, pemain nigeria, piala afrika 2013, timnas nigeria
Stephen Keshi pelatih dan manager sepakbola timnas nigeria (sumber: Getty Images)

Baru saja mengakhiri dahaga gelar, Nigeria dilanda masalah. Kurang dari 24 jam setelah Victor Moses dan kawan-kawan merebut gelar juara Piala Afrika 2013, pelatih Stephen Keshi dikabarkan mengundurkan diri. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh stasiun radio Afrika Selatan, Metro FM.

Senin, 11 Februari 2013, Keshi memang menjadi narasumber Metro FM. Saat itulah, dia menyatakan telah mengirimkan pengunduran diri kepada NFF. Kabar itu lantas diungkap oleh presenter Metro FM, Robert Marawa, lewat akun Twitter-nya.  “Stephen Keshi baru saja mengumumkan bahwa dia telah mengirimkan surat pengunduran diri seusai laga,” ungkap Robert.

Keshi ditengarai memutuskan pergi karena intrik yang terjadi sebelum laga semifinal. Kala itu, dia bersitegang dengan pejabat NFF (PSSI-nya Nigeria). Keshi tersinggung karena pejabat NFF sudah memesan tiket pulang seusai laga versus Pantai Gading pada perempat final. Di matanya, itu merupakan bentuk ketidakpercayaan terhadap dia dan anak-anak asuhnya.

Toh, kabar itu terbilang mengejutkan. Pasalnya Keshi sempat mengungkapkan ambisi besarnya untuk Piala Konfederasi. “Kami akan dating ke Brasil bukan sebagai turis, melainkan kandidat perebut trofi,” tegas dia. “Super Eagles (julukan Nigeria) akan membuktikan ke seluruh dunia bahwa apa yang terjadi di Afrika Selatan bukanlah kebetulan belaka.”

Untungnya, Keshi lantas bersedia mengurungkan niatnya. Itu dilakukan setelah dia bertemu dengan Menteri Olahraga Nigeria Bolaji Abdullahi. “Saya menyatakan menarik putusan pengunduran diri sebagai pelatih timnas Nigeria,” urai Keshi. “Dengan gembira, saya nyatakan sudah pertimbangkan ulang dan memutuskan terus menjadi pelatih. Saya sangat berterima kasih kepada Menteri Olahraga Mallam Bolaji Abdullahi atas tindakan cepatnya.”

Kabar itu jelas melegakan banyak pihak. Bagaimanapun Keshi adalah sosok special yang patut dipertahankan. Patut dicatat, Keshi adalah orang kedua yang mampu menjuarai Piala Afrika sebagai pemain dan pelatih. Saat menjadi pemain, Keshi adalah kapten kala Nigeria juara Piala Afrika pada tahun 1994. Sebelumnya, hanya Mahmoud El Gohary dari Mesir yang meraih prestasi special itu. Dia menjuarai Piala Afrika sebagai pemain pada 1959 dan pelatih pada 1998.

Stephen Keshi membawa Nigeria juara Piala Afrika 2013 dengan membawa generasi baru Super Eagles. Meski beberapa nama yang ada di timnas ada muka lama, ada banyak muka baru dan muda yang masuk di jajaran pemain timnas. Taribo West, mantan defender Nigeria, secara khusus memuji keberanian Keshi dalam mengakomodasi muka-muka baru itu.

“Mereka lapar akan kesuksesan dan mampu belajar dengan cepat. Mereka terus meningkat dari laga ke laga karena ingin meraih ketenaran,” ungkap eks pemain AC Milan itu. Soal Keshi, dia berujar, “Dia telah membangun tim impian yang akan membuat Afrika bangga. Keshi membangun paying kasih di atas tim. Itu bisa terlihat dari bangku cadangan. Semua pemain terlihat bahagia,”

Ucapan West diakui Joseph Yobo. Menurut dia, selain ekspektasi yang tak begitu tinggi, harmoni di dalam tim memang kekuatan utama Super Eagles. “Kesatuan yang sangat besar di dalam skuad adalah alasan kami meraih kesuksesan kali ini,” ungkap defender yang langsung mengundurkan diri dari timnas Nigeria itu.

Keshi memang pantas dipuji. Selain membangun harmon, dia juga mampu mengorbitkan para pemain muda. Di tim Nigeria yang dibawa ke Afrika Selata, terdapat tujuh pemain kelahiran 1990-an. Mereka antara lain Ahmed Musa, Kenneth Omeruo, dan Victor Moses. Ke depan, mereka diyakini akan menjadi pilar-pilar penting Nigeria dalam mengembalikan kebesaran di sepakbola dunia.

Tak bisa disangkal, pelatih yang tepat memang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan timnas sebagai ujung tombak dalam mengharumkan nama Nigeria. Sebelum Keshi, para pelatih Nigeria tak mampu membangun harmoni di antara para pemain. Padahal, mentalitas dan harmoni tak kalah penting dari kemampuan dan talenta yang dimiliki para pemain.

Stephen keshi, Nigeria, piala afrika 2013, caf, nff, npl, Nigeria champion s Africa cup 2013, victor moses, taribo west,
Stephen Keshi manager dan pelatih sepakbola nigeria bersama Godluck Jhonathan Presiden Nigeria (sumber: Getty Images)

Sumber: Tabloid Soccer