Tag Archives: Piala Dunia U-20 2013 Turki

Angelo henriquez, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, angelo henriquez cile u-20, timnas cile u-20, Manchester united, angelo henriquez Manchester united

Profil Angelo Henriquez

Angelo henriquez, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, angelo henriquez cile u-20, timnas cile u-20, Manchester united, angelo henriquez Manchester united
saat Angelo Henriquez direkrut oleh Sir Alex Ferguson di Manchester United (sumber foto: www.theguardian.com)

Seusai gelaran Piala Dunia U-20 di Turki, nama Angelo Henriquez kembali diperbincangkan. Penampilan striker muda milik Manchester United itu awalnya kurang bersinar sepanjang penyisihan grup. Tapi, memasuki fase knock-out, Henriquez tampil memukau. Dia mampu mencetak dua gol ke gawang Ghana di perempat final meski tak membantu Cile melaju ke semifinal karena kalah 3-4.

Terlepas dari itu, perkembangan Henriquez terlihat cukup pesat setelah dipinjamkan ke Wigan Athletic pada Januari 2013 lalu. Selama berada di Stadion DW, Henriquez tampil empat kali dan mencetak satu gol. Mantan manajer The Latics yang kini menukangi Everton, Roberto Martinez, menyebut Henriquez memiliki prospek cerah.

“Dia memang masih muda. Tapi, dia punya keinginan kuat untuk belajar. Memang, masih sulit untuk menembus tim utama Manchester United. Tapi, dia bisa menciptakan kejutan,” sebut Martinez.

Usai The Latic terdegradasi, Henriquez kembali ke Old Trafford karena masa peminjamannya telah berakhir. Tapi, sampai saat ini belum ada kepastian dirinya akan dipercaya manajer David Moyes sebagai bagian tim utama atau tidak. Dia berharap bisa mengikuti jejak Tom Cleverley yang mulai dipercaya sebagai pemain inti setelah dipinjamkan ke The Latics.

Pada 2010-11, Cleverley “disekolahkan” ke Wigan selama semusim. Pada awal 2011-12, dia ditarik kembali dan kerap turun sebagai starter setelah Paul Scholes pensiun. Cleverly memiliki karakter permainan seperti Scholes.

“Aku melihat rekam jejak Tom. Dia juga pernah dipinjamkan ke Wigan. Ketika dipanggil lagi, Tom mampu menembus tim inti,” ucapnya. Toh, Henriquez menyerahkan semuanya kepada manajemen Red Devils.

“Henriquez memiliki kecepatan sebagai modal menjadi penyerang andal. Dia hanya butuh jam terbang yang lebih banyak.” Ucap Sergio Almaguer, Pelatih Timnas Meksiko U-20

Biodata Angelo Henriquez

Nama lengkap: Angelo Jose Henriquez Iturra

Lahir: Santiago (Cile), 13 April 1994

Tinggi/Berat: 178 cm/70 kg

Posisi: Striker

Karier klub: Universidad de Chile (2011-12), Man. Unite (2012-Des 2012), Wigan (Jan 2013-Mei 13), Man. United (2013-…)

Sumber: Tabloid Soccer

Ligue 1, Liga Prancis, Pemain Muda Prancis, Pemain Muda Liga Prancis, Rising Star Prancis, Adrien Rabiot, Lucas Digne, Alexy Bosetti, Yassine Benzia, Florian Thauvin, Jean-Christophe Bahebeck, Kurt Zouma, Yaya Sanogo, Rising Star Prancis 2012, Rising Star Prancis 2013, Rising Star Prancis 2014, Neal Maupay

Profil Florian Thauvin: Menanti Pintu Timnas Senior

Ligue 1, Liga Prancis, Pemain Muda Prancis, Pemain Muda Liga Prancis, Rising Star Prancis, Adrien Rabiot, Lucas Digne, Alexy Bosetti, Yassine Benzia, Florian Thauvin, Jean-Christophe Bahebeck, Kurt Zouma, Yaya Sanogo, Rising Star Prancis 2012, Rising Star Prancis 2013, Rising Star Prancis 2014, Neal Maupay
Florian Thauvin (sumber foto: www.fifa.com)

Timnas Prancis tak pernah kekurangan talenta-talenta berbakat. Hal itu tampak dari cemerlangnya penampilan tim Les Bleus junior di Piala Dunia U-20 2013. Salah satu pemain yang menonjol adalah Florian Thauvin. Winger berusia 20 tahun itu punya andil besar membawa Les Bleus junior Berjaya di Piala Dunia U-20 untuk kali pertama.

Kegemilangan Thauvin mulai muncul di babak perempat final saat turut mencetak gol saat Prancis menang 4-0 atas Uzbekistan (6/7). Selanjutnya, dia menjadi pahlawan ketika dua golnya menyingkirkan Ghana di semifinal. Kala itu, Thauvin cs menang 2-1 atas Ebenezer Assifuah cs (10/7).

Puncaknya terjadi di partai final. Akselerasinya di sisi kiri pertahanan Uruguay membuat lini belakang tim asuhan Juan Verzeri itu dibuat kalang kabut. Guillermo Varela cs kesulitan menghentikan kecepatan Thauvin. Pujian pun mengalir deras ke dirinya. Tak hanya dari pelatih Pierre Mankowski, pun datang dari Presiden Lille, Michel Seydoux.

“Ketika saya mengatakan tidak, itu artinya Thauvin tetap bersama kami. Tak ada alasana kami melepas dia ke klub rival. Dia adalah asset kami dan telah membuktikan kemampuan spesialnya bersama timnas Prancis junior,” sebut Michel Seydoux.

Seperti diketahui, Thauvin telah digaet Lille pada Januari 2013 lalu dari Bastia. Tapi, dia dipinjamkan ke Bastia dengan alasan menambah jam terbang. Berkaca dari kegemilangannya di Piala Dunia U-20, manajemen Lille menariknya.

Di satu sisi, Thauvin berharap pencapaian di Turki bisa menular di Ligue 1 musim baru. Thauvin juga bermimpi bisa masuk ke timnas senior. “Ambisi terbesarku setelah ini adalah tim senior Prancis. Siapa yang tak ingin tampil bersama Franck Ribery, Olivier Giroud, dan Mathieu Valbuena? Aku berharap bisa tampil bersama mereka di Piala Dunia 2014 nanti. Aku menanti panggilan dari pelatih Didier Deschamps,” ucap Thauvin.

“kemampuan Thauvin tak perlu diragukan lagi. Dia memiliki persyaratan untuk bisa tampil di tim senior. Dia bisa menjadi alternative baru di sisi sayap.” Ucap Pierre Mankowski, Pelatih Timnas Prancis U-20.

Biodata Florian Thauvin

Nama lengkap: Florian Thauvin

Lahir: Orleans (Prancis), 26 Januari 1993

Tinggi/berat: 179 cm/70 kg

Posisi: Midfielder

Karier klub: Grenoble (2010-11), Bastia (2011-13), Lille (2013-…)

Sumber: Tabloid Soccer

Juara piala dunia u-20, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, prancis juara piala dunia u-20

Yang Unik Dari Juara Piala Dunia U-20

Juara piala dunia u-20, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, prancis juara piala dunia u-20
Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Sebuah catatan manis berhasil dibuat oleh Prancis di ajang Piala Dunia U-20 2013. Pada final yang berlangsung pada Sabtu (13/7), Paul Pogba cs berhasil menang atas Uruguay lewat adu penalti dengan skor 4-1. Itu merupakan sejarah baru karena Prancis belum pernah menjuarai ajang ini.

Sejak digelar pada tahun 1977 dengan nama Piala Dunia Junior, Argentina merupakan penguasa Piala Dunia U-20. Tim Tango tercatat telah enam kali menjadi yang terbaik. Terakhir kali mereka menjadi kampiun pada 2007 saat digelar di Kanada

Kolektor Gelar Juara Piala Dunia U-20

Argentina 6 1979, 1995, 1997, 2001, 2005, 2007
Brazil 5 1983,1985, 1993,2003, 2011
Portugal 2 1989, 1991
Ghana 1 2009
Spanyol 1 1999
Rusia 1 1977
Jerman 1 1981
Prancis 1 2013

 

Hingga saat ini, tercatat hanya tiga tim yang mampu juara PIala Dunia U-20 secara back to back. Ketiganya adalah Brazil, Portugal, dan Argentina. Namun, tim Tango berhasil dua kali mencatat back to back, yakni pada 1995 dan 1997 serta 2005 dan 2007.

Tuan rumah Piala Dunia U-20 ternyata tak punya rekor apik. Dari 19 penyelenggaraan tercatat 17 kali gelar direbut oleh tim nontuan rumah. Anomali hanya terjadi saat Portugal juara pada 1991 dan Argentina pada 2001.

Sumber: Tabloid Soccer

Juara piala dunia u-20, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, prancis juara piala dunia u-20

Yang Menarik Dari Piala Dunia U-20 2013

Piala Dunia U-20 2013 di Turki telah usai akhir pekan silam. Sejumlah catatan menarik dari turnamen yang dihelat di Turki itu masih layak disimak. Turnamen yang juga disebut Piala Dunia Junior itu kerap membidani banyak talenta-talenta muda yang akhirnya berkibar di dunia sepakbola. Turki 2013 sangat mungkin mencetak calon bintang yang akan mengikuti jejak nama-nama seperti Diego Maradona, Lionel Messi, Zvonimir Boban, Sergio Aguero, Pablo Aimar, Adriano, dan Robert Prosinecki.

Juara Baru yaitu Prancis

Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)
Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Prancis keluar sebagai kampiun baru Piala Dunia Junior alias U-20. Tim berjulukan Les Bleuets itu adalah juara kesembilan sepanjang sejarah. Di final, Si Biru Kecil mengalahkan Uruguay lewat adu penalti. Kiper Uruguay, Guillermo de Amores, boleh saja terpilih sebagai kiper terbaik yang diganjar sarung tangan emas (golden gloves). Namun, kiper Prancis, Alphonse Areola, tampil lebih baik daripada rekannya itu di saat yang tepat.

Kedua kiper tidak kebobolan di final yang digelar di Ali Sami Yen Arena, Istanbul, pada Sabtu (13/7). Perbedaan terletak saat adu penalti. Empat algojo Prancis sukses menaklukkan De Amores. Areola mementahkan dua eksekutor Uruguay, bek Emiliano Velazquez dan gelandang Giorgian De Arrascaeta. Uruguay yang lolos ke final dengan mengempaskan Irak lewat adu tembakan 11 meter ini akhirnya harus mengakui keunggulan Les Bleuets.

Final ini adalah  yang pertama buat Prancis dan kedua bagi Uruguay (Setelah 1997). Prestasi ini merupakan lonjakan bagi Les Bleuets setelah sebelumnya hanya mencatat prestasi terbaik sebagai peringkat keempat dua tahun sebelumnya di Kolombia 2011. Prancis patut disebut telah membuat regenerasi mengesankan.

Waktu Ekstra dan Adu Penalti

Laga puncak yang mesti diselesaikan via adu eksekusi 12 pas ini merupakan yang kelima sepanjang sejarah. Empat sebelumnya adalah edisi perdana (Tunisia 1977 dengan juara Uni Soviet), Cili 1987 (juara: Yugoslavia), Portugal 1991 (juara: tuan rumah), dan Mesir 2009 (kampiun: Ghana).

Untuk skor imbang hingga waktu normal berakhir, final kali ini adalah yang ketiga beruntun. Empat tahun lalu, Ghana mencatat skor nirgol hingga 120 menit sebelum menang via adu tostosan atas Brasil. Dua tahun lalu, Brazil menang 3-2 atas Portugal setelah melalui perpanjangan waktu.

Calon Bintang Piala Dunia U-20

Beberapa nama yang bisa dimasukkan ke dalam daftar calon bintang, walau Prancis kembali menyajikan wakil terbanyak. Dua kiper di final, Alphonse Areola dan Guillermo de Amores,menjadi dua nama pertama yang akan mengundang banyak peminat. Guillermo Varela sudah menunjukkan bukti untuk Manchester United dengan menjaga pertahanan Uruguay hingga hanya kebobolan tiga kali sepanjang turnamen.

Guillermo De Amores, kiper Uruguay meraih Golden Gloves Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)
Guillermo De Amores, kiper Uruguay meraih Golden Gloves Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Dari lini tengah, duet Florian Thauvin dan Axel Ngado patut diketengahkan. Di depan, Nicolas Lopez membuat empat gol. Jika saja Uruguay yang keluar sebagai kampiun, striker Roma ini bisa menjadi pemain terbaik. Ia mesti puas dengan Silver Ball. Ebenezer Assifuah (Ghana) memperlihatkan ketajaman yang mendatangkan Golden Shoe, sepatu emas, karena koleksi setengah lusin gol dirinya adalah yang terbanyak.

Ebenezer Assifuah pencetak gol terbanyak di Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)
Ebenezer Assifuah pencetak gol terbanyak di Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Calon Kapten Timnas Prancis Senior

Paul Pogba meraih Golden Ball Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)
Paul Pogba meraih Golden Ball Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Sangat mungkin melihat kapten masa depan timnas senior Prancis dalam diri seorang Paul Pogba. Sebagai kapten Prancis U-20, pemain binaan Manchester United itu memastikan lini tengah sebagai wilayah kekuasaanya yang menjadi awal kekuatan hingga bisa menghadirkan titel.

Gelandang milik Juventus itu diangkat pula sebagai pemain terbaik turnamen dan mendapatkan bola emas (Golden Ball). Sebuah noda adalah absensinya di partai ketiga fase grup sehingga Prancis kalah dari Spanyol.

Absensi itu membawa pertanyaan pula soal temperamennya. Dua kartu kuning dari dua laga sebelumnya adalah penyebab Pogba tak boleh bermain. “Tak ada keluhan untuk semua pemain. Mereka memiliki tanggung jawab masing-masing dan dengan cara berbeda menambah kesuksesan untuk tim. Mereka telah mewakili Prancis lewat jalan terbaik, tak hanya di dalam, tapi juga di luar lapangan. Pentingnya Paul bagi tim ini sudah jelas,” kata pelatih Les Bleuets, Pierre Mankowski, menolak mengkritik kaptennya yang mencetak tujuh gol untuk Juventus musim silam.

Data Piala Dunia U-20 2013 Turki

Golden Ball: Paul Pogba (Prancis)

Silver Ball: Nicolas Lopez (Uruguay)

Bronze Ball: Clifford Aboagye (Ghana)

Golden Shoe: Ebenezer Assifuah (Ghana)

Silver Shoe: Bruma (Portugal

Bronze Shoe: Jese Rodriguez (Spanyol)

Golden Glove: Guillermo de Amores (Uruguay)

FIFA Fair Play Award: Spanyol

Sumber: Tabloid Bola

Stipe perica, kurt zouma, Geoffrey kondogbia, bruma, Richmond boakye, tiago ilori, jese Rodriguez, cristian cuevas, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, pemain muda piala dunia u-20, rising star piala dunia u-20

8 Calon Bintang Piala Dunia U-20 2013

Piala Dunia U-20 2013 memasuki fase terakhir. Terlepas dari pencapaian timnya, bintang-bintang muda siap mencuat dari turnamen yang digelar di Turki itu. Ramalan soal lesatan bahkan sudah muncul sebelum turnamen digelar. Seperti pemain Prancis U-20, Paul Pogba yang telah mapan di Juventus. Piala Dunia U-20 2013 yang diadakan di Turki berkesempatan melesatkan beberapa nama anak muda lainnya. Prestasi tim, apalagi kalau mereka berkontribusi besar di dalamnya, bisa semakin melesatkan nilai. Berikut ini delapan nama yang berkesempatan besar menjadi bintang turnamen:

Stipe Perica (Kroasia)

Disebut telah ditawar Tottenham, Perica juga diminati Manchester City dan Everton menurut pers Kroasia. Perica merupakan penyerang tengah besar bertenaga, tapi bukan tipe lamban. Ia menunjukkan refleks bagus di dalam kotak penalti lawan dan mobilitas. NK Zadar, yang terbantu gol-gol krusialnya musim lalu, akan terpaksa menjual, apalagi kalau ia bersinar di Turki 2013. Dan tanggapan Perica ketika diminati klub Inggris, “Inggris? Akan menyenangkan bermain di sana.”

Stipe perica, kurt zouma, Geoffrey kondogbia, bruma, Richmond boakye, tiago ilori, jese Rodriguez, cristian cuevas, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, pemain muda piala dunia u-20, rising star piala dunia u-20
Stipe Perica (sumber foto:www.znet.hr)

Kurt Zouma (Prancis)

Bek St. Etienne ini menjadi pusat perhatian musim lalu saat dua klub Manchester mendatanginya sebeblum ia memutuskan menerima kontrak baru dengan Les Verts. Akan tetapi, Zouma terus menjaring peminatan klub-klub besar Eropa. Arsene Wenger mengaku mengagumi Zouma. Turki 2013 akan menjadi etalase kemahirannya. Sebagai bek tengah, Zouma dapat berakselerasi dan membuat tekel bagus. Kekuatannya di bola-bola atas dapat membantu sisi defensif dan ofensif. Ia termasuk bek yang getol mencetak gol.

“Kurt telah berkembang setelah bermain dengan pemain yang lebih baik. Ia anak muda berbakat dan tahu bisa merusak karier kalau terlalu cepat meninggalkan kami.” Ucap Christophe Galtier, pelatih St. Etienne.

Stipe perica, kurt zouma, Geoffrey kondogbia, bruma, Richmond boakye, tiago ilori, jese Rodriguez, cristian cuevas, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, pemain muda piala dunia u-20, rising star piala dunia u-20
Kurt Zouma (baju biru nomor 4) (sumber foto: bigstory.ap.org)

Geoffrey Kondogbia (Prancis)

Setelah musim pertama bersama Sevilla, Kondogbia akan menjadi salah satu pemain yang disimak Turki 2013. Tandemnya dengan Paul Pogba, akan menghasilkan lini tengah terkuat di turnamen. Kondogbia mungkin bermain di belakang Pogba, walau mampu merangsek ke depan dan mencetak gol. Ia hampir direkrut Reading musim panas lalu. Kini ia konon diincar Real Madrid dan Barcelona. Manchester City juga berpeluang mengingat Txiki Begiristian (Direktur Olahara City) mengagumi Kondogbia.

“Ia mantap dalam mengambil alih penguasaan dan kerap menang berduel dengan lawan.” Ucap eks pelatih Lens, Bijotat Olivier.

Stipe perica, kurt zouma, Geoffrey kondogbia, bruma, Richmond boakye, tiago ilori, jese Rodriguez, cristian cuevas, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, pemain muda piala dunia u-20, rising star piala dunia u-20
Geoffrey Kondogbia (baju biru nomor 8) (sumber foto: touch.fifa.com)

Bruma (Portugal)

Dinilai sebagai yang terbaik di Sporting Lisbon sejak Cristiano Ronaldo, Bruma sangat mungkin akan bergabung dengan kakanya, Mesca, di Fulham. Kesepakatan tampak akan dicapai di tengah turnamen. Chelsea, Manchester United, dan Manchester City ditengarai juga mengincarnya. Penampilan apik dengan bola di kakinya dan keberanian mengambil tanggung jawab besar. Bruma juga menunjukkan kemampuan bangkit dari gasakan keras lawan di level senior.

“Ia masih harus belajar banyak. Namun, ia merupakan pemain yang muncul hanya sekali setiap tiga tahun atau lebih” eks pelatih Sporting, Jesualdo Ferreira.

Bruma, Pemain Sayap Portugal, Pemain Portugal U-20, Pemain Portugal Piala Dunia U-20, Pemain Sporting Lisbon, Timnas Portugal U-20, Piala Dunia U-20
Bruma, pemain muda Portugal U-20 di Piala Dunia U-20 (sumber foto: fifa.com)

Richmond Boakye (Ghana)

Memainkan peran besar dalam membantu Sassuolo meraih promosi ke Serie A Liga Italia. Ia konon dipantau dua klub Manchester dan Tottenham musim lalu. Kepemilikan Boakye juga dipegang Juventus. Bokye dapat diturunkan sebagai sayap kanan, tapi sinarnya lebih terang kalau tampil di tengah seperti di Sassuolo. Dengan kecepatan, ia dapat menciptakan peluang seperti juga mencetak gol.

“Saya selalu berkata ‘Saya siap. Jadi berikan kesempatan, maka saya siap menunjukkan kemampuan.” Ucap Richmond Boakye.

Stipe perica, kurt zouma, Geoffrey kondogbia, bruma, Richmond boakye, tiago ilori, jese Rodriguez, cristian cuevas, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, pemain muda piala dunia u-20, rising star piala dunia u-20
Richmond Boakye (sumber foto: www.mtnfootball.com)

Tiago Ilori (Portugal)

Setiap fan klub yang membutuhkan bek tengah akan menyukai performa bek Sporting ini saat membela Portugal. Sebagai bek sentral tinggi dan gesit, Tiago langsung mencuat begitu mendapat kepercayaan Jesualdo Ferreira tampil di tim pertama pada medio musim. Liverpool konon menawarnya seharga 3,5 juta pound, tapi tampak harus menunggu sampai Piala Dunia U-20 usai untuk mendapatkan pemain berdarah Inggris dari sang ayah ini.

“Ia adalah pemain berkualitas tinggi yang memerlukan waktu dan ruang untuk berkembang.” Ucap eks pelatih Sporting, Jesualdo Ferreira.

Stipe perica, kurt zouma, Geoffrey kondogbia, bruma, Richmond boakye, tiago ilori, jese Rodriguez, cristian cuevas, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, pemain muda piala dunia u-20, rising star piala dunia u-20
Tiago Ilori (sumber foto: www.spyghana.com)

Jese Rodriguez (Spanyol)

Dapat bermain di sayap dan tengah lapangan, Jese dilirik Arsenal, Liverpool dan Manchester United saat masih remaja. Ia datang ke Piala Dunia U-20 usai mematahkan rekor gol terbanyak dengan Real Madrid Castilla. Jese diperbandingkan dengan Cristiano Ronaldo, tapi mungkin secara ironis bisa hengkang karena sang bintang menahan kiprahnya di tim pertama El Real. Kepindahan Jerman bisa tercapai, walau ia mungkin juga mengikuti jejak sejumlah rekan senegaranya pindah ke Inggris.

“Ia melewati musim spektakuler. Ia memegang tanggung jawab yang lebih besar dengan gol-golnya,” ujar pelatih Real Madrid Castilla, Alberto Toril.

Jese Rodriguez, Real Madrid, Real Madrid Castilla, Liga Spanyol, Pemain Muda Spanyol, Timnas Spanyol U-20, Timnas Spanyol U-20 Piala Dunia U-20, Piala Dunia U-20, Pemain Timnas Spanyol Piala Dunia U-20
Jese Rodriguez, pemain Spanyol U-20 (sumber foto: whatculture.com)

Cristian Cuevas (Cili)

Sudah diikat Chelsea, Cuevas dapat berharap pindah ke London segera setelah membela Cili U-20. Apik dlama menguasai bola, Cuevas kerap dipersamakan dengan Neymar. Ia bisa bermain di dua sapay walau lebih suka menjadi pengatur serangan. Kaki kirinya mengesankan. Umpan-umpannya telah tampak berkelas tinggi. Ia akan butuh mengembangkan fisik untuk bisa sukses di Inggris.

“Chelsea telah memantau saya selama setahun. Saya tahu yang saya inginkan: Pergi ke Chelsea.” Ujar Cristian Cuevas.

Stipe perica, kurt zouma, Geoffrey kondogbia, bruma, Richmond boakye, tiago ilori, jese Rodriguez, cristian cuevas, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, pemain muda piala dunia u-20, rising star piala dunia u-20
Cristian Cuevas (sumber foto: ca.sports.yahoo.com)

Sumber: Tabloid Bola

Korea selatan u-20, timnas korea selatan u-20, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, timnas uzbekista u-20, timnas irak u-20, pelatih timnas u-20,

Asia Pastikan Satu Wakil Di Semifinal Piala Dunia U-20

Korea selatan u-20, timnas korea selatan u-20, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, timnas uzbekista u-20, timnas irak u-20, pelatih timnas u-20,
tim uzbekistan u-20 (sumber foto: fifa.com)

Sebuah kebanggan besar buat sepakbola Asia. Piala Dunia U-20 2013 Turki memasuki babak perempat final dengan komposisi tim: tiga Negara Asia (Irak, Uzbekistan, dan Korea Selatan), dua wakil Eropa (Prancis dan Spanyol), dua Amerika Selatan (Uruguay dan Chili), serta representasi tunggal Afrika (Ghana).

Kehadiran tiga wakil Zona AFC di perempat final ini baru pertama kali terjadi di pentas Piala Dunia U-20. Asia bahkan sudah pasti mendapatkan satu tempat di semifinal karena Irak dan Korea Selatan bertemu di perempat final.

Babak semifinal sendiri bukan prestasi terbai Asia. Jepang pernah mencapai final pada Piala Dunia U-20 1999 di Nigeria. Hanya, Shinji Ono cs saat itu kalah dari generasi emas Spanyol, yang berisi Xavi-Iker Casillas dkk.

Prestasi bagus lain diciptakan Korea Selatan di Piala Dunia U-20 1983, yang melaju hingga semifinal, serta Qatar ke final 1981. Sepanjang sejarah turnamen, baru tiga Negara Asia itu yang pernah ke semifinal. “Selamat buat Irak, Uzbekistan, dan Korea Selatan. Mereka sudah membuat kita bangga,” kata Presiden AFC, Salman Al Khalifa, di Sports Keeda.

Sumber: Harian Olahraga Bola