Tag Archives: Piala Dunia U-20

Jese, Jese Rodriguez, Real Madrid, Real Madrid Castilla, Liga Adelante, Liga BBVA, timnas spanyol u-20, piala dunia u-20

Jese Rodriguez, Penakluk Burung Nazar

Jese, Jese Rodriguez, Real Madrid, Real Madrid Castilla, Liga Adelante, Liga BBVA, timnas spanyol u-20, piala dunia u-20
Jese Rodriguez (sumber foto: news-realmadrid-football.blogspot.com)

Menjadi top skorer sekaligus memecahkan rekor lama mungkin tak ada dalam benak Jese Rodriguez ketika akan menjalani musim 2012-2013 bersama Real Madrid Castilla. Terlebih, ini merupakan musim debutnya bermain di Liga Adelante. Uniknya, dia sudah lebih dulu mencicipi Liga BBVA bersama tim senior Real Madrid.

Jese sudah menjalani debut di Liga BBVA ketika masuk menggantikan Cristiano Ronaldo di laga kontra Real Sociedad (24/3/12). Berkat pengalamannya itu, Jese tak kesulitan untuk menemukan insting tajamnya. Gol ke gawang Alcorcon (2/6) memastikan Jese menjadi pemain Madrid Castilla tersubur dalam satu musim dengan torehan 22 gol. Dia menggeser rekor Emilio Butragueno yang mengoleksi 21 gol pada musim 1983-84.

“Aku sangat bahagia bisa mencetak 22 gol. Aku benar-benar kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan rasa bahagia ini. Bisa menyamai dan bahkan melewati rekor milik legenda seperti Butragueno yang punya sejarah hebat dan masih menjadi sosok penting di klub, member suntikan moril yang sangat besar,” ungkap Jese.

Presiden Florentino Perez juga ikut memuji performa pemain kelahiran Kepulauan Canaria itu. “Andai Jese tidak mendapat hak untuk dipromosikan ke tim utama, kami seperti menutup Valdebebas (tempat latihan Madrid),” ucapnya.

Meski mendapat banyak pujian, pelatih Alberto Torril menilai Jese masih punya banyak pe-er untuk bisa muncul sebagai pemain hebat. Salah satunya adalah melatih menguasai emosi. Jese dinilai masih kurang dalam mengatur emosi yang membuatnya kerap membiarkan peluang yang ada lewat tanpa hasil. Andai bisa diatasi dengan baik, Torril tak akan membantah bahwa Jese merupakan permata yang mampu menaklukkan rekor sang Burung Nazar.

Sumber: Tabloid Soccer

Angelo henriquez, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, angelo henriquez cile u-20, timnas cile u-20, Manchester united, angelo henriquez Manchester united

Profil Angelo Henriquez

Angelo henriquez, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, angelo henriquez cile u-20, timnas cile u-20, Manchester united, angelo henriquez Manchester united
saat Angelo Henriquez direkrut oleh Sir Alex Ferguson di Manchester United (sumber foto: www.theguardian.com)

Seusai gelaran Piala Dunia U-20 di Turki, nama Angelo Henriquez kembali diperbincangkan. Penampilan striker muda milik Manchester United itu awalnya kurang bersinar sepanjang penyisihan grup. Tapi, memasuki fase knock-out, Henriquez tampil memukau. Dia mampu mencetak dua gol ke gawang Ghana di perempat final meski tak membantu Cile melaju ke semifinal karena kalah 3-4.

Terlepas dari itu, perkembangan Henriquez terlihat cukup pesat setelah dipinjamkan ke Wigan Athletic pada Januari 2013 lalu. Selama berada di Stadion DW, Henriquez tampil empat kali dan mencetak satu gol. Mantan manajer The Latics yang kini menukangi Everton, Roberto Martinez, menyebut Henriquez memiliki prospek cerah.

“Dia memang masih muda. Tapi, dia punya keinginan kuat untuk belajar. Memang, masih sulit untuk menembus tim utama Manchester United. Tapi, dia bisa menciptakan kejutan,” sebut Martinez.

Usai The Latic terdegradasi, Henriquez kembali ke Old Trafford karena masa peminjamannya telah berakhir. Tapi, sampai saat ini belum ada kepastian dirinya akan dipercaya manajer David Moyes sebagai bagian tim utama atau tidak. Dia berharap bisa mengikuti jejak Tom Cleverley yang mulai dipercaya sebagai pemain inti setelah dipinjamkan ke The Latics.

Pada 2010-11, Cleverley “disekolahkan” ke Wigan selama semusim. Pada awal 2011-12, dia ditarik kembali dan kerap turun sebagai starter setelah Paul Scholes pensiun. Cleverly memiliki karakter permainan seperti Scholes.

“Aku melihat rekam jejak Tom. Dia juga pernah dipinjamkan ke Wigan. Ketika dipanggil lagi, Tom mampu menembus tim inti,” ucapnya. Toh, Henriquez menyerahkan semuanya kepada manajemen Red Devils.

“Henriquez memiliki kecepatan sebagai modal menjadi penyerang andal. Dia hanya butuh jam terbang yang lebih banyak.” Ucap Sergio Almaguer, Pelatih Timnas Meksiko U-20

Biodata Angelo Henriquez

Nama lengkap: Angelo Jose Henriquez Iturra

Lahir: Santiago (Cile), 13 April 1994

Tinggi/Berat: 178 cm/70 kg

Posisi: Striker

Karier klub: Universidad de Chile (2011-12), Man. Unite (2012-Des 2012), Wigan (Jan 2013-Mei 13), Man. United (2013-…)

Sumber: Tabloid Soccer

Ligue 1, Liga Prancis, Pemain Muda Prancis, Pemain Muda Liga Prancis, Rising Star Prancis, Adrien Rabiot, Lucas Digne, Alexy Bosetti, Yassine Benzia, Florian Thauvin, Jean-Christophe Bahebeck, Kurt Zouma, Yaya Sanogo, Rising Star Prancis 2012, Rising Star Prancis 2013, Rising Star Prancis 2014, Neal Maupay

Profil Florian Thauvin: Menanti Pintu Timnas Senior

Ligue 1, Liga Prancis, Pemain Muda Prancis, Pemain Muda Liga Prancis, Rising Star Prancis, Adrien Rabiot, Lucas Digne, Alexy Bosetti, Yassine Benzia, Florian Thauvin, Jean-Christophe Bahebeck, Kurt Zouma, Yaya Sanogo, Rising Star Prancis 2012, Rising Star Prancis 2013, Rising Star Prancis 2014, Neal Maupay
Florian Thauvin (sumber foto: www.fifa.com)

Timnas Prancis tak pernah kekurangan talenta-talenta berbakat. Hal itu tampak dari cemerlangnya penampilan tim Les Bleus junior di Piala Dunia U-20 2013. Salah satu pemain yang menonjol adalah Florian Thauvin. Winger berusia 20 tahun itu punya andil besar membawa Les Bleus junior Berjaya di Piala Dunia U-20 untuk kali pertama.

Kegemilangan Thauvin mulai muncul di babak perempat final saat turut mencetak gol saat Prancis menang 4-0 atas Uzbekistan (6/7). Selanjutnya, dia menjadi pahlawan ketika dua golnya menyingkirkan Ghana di semifinal. Kala itu, Thauvin cs menang 2-1 atas Ebenezer Assifuah cs (10/7).

Puncaknya terjadi di partai final. Akselerasinya di sisi kiri pertahanan Uruguay membuat lini belakang tim asuhan Juan Verzeri itu dibuat kalang kabut. Guillermo Varela cs kesulitan menghentikan kecepatan Thauvin. Pujian pun mengalir deras ke dirinya. Tak hanya dari pelatih Pierre Mankowski, pun datang dari Presiden Lille, Michel Seydoux.

“Ketika saya mengatakan tidak, itu artinya Thauvin tetap bersama kami. Tak ada alasana kami melepas dia ke klub rival. Dia adalah asset kami dan telah membuktikan kemampuan spesialnya bersama timnas Prancis junior,” sebut Michel Seydoux.

Seperti diketahui, Thauvin telah digaet Lille pada Januari 2013 lalu dari Bastia. Tapi, dia dipinjamkan ke Bastia dengan alasan menambah jam terbang. Berkaca dari kegemilangannya di Piala Dunia U-20, manajemen Lille menariknya.

Di satu sisi, Thauvin berharap pencapaian di Turki bisa menular di Ligue 1 musim baru. Thauvin juga bermimpi bisa masuk ke timnas senior. “Ambisi terbesarku setelah ini adalah tim senior Prancis. Siapa yang tak ingin tampil bersama Franck Ribery, Olivier Giroud, dan Mathieu Valbuena? Aku berharap bisa tampil bersama mereka di Piala Dunia 2014 nanti. Aku menanti panggilan dari pelatih Didier Deschamps,” ucap Thauvin.

“kemampuan Thauvin tak perlu diragukan lagi. Dia memiliki persyaratan untuk bisa tampil di tim senior. Dia bisa menjadi alternative baru di sisi sayap.” Ucap Pierre Mankowski, Pelatih Timnas Prancis U-20.

Biodata Florian Thauvin

Nama lengkap: Florian Thauvin

Lahir: Orleans (Prancis), 26 Januari 1993

Tinggi/berat: 179 cm/70 kg

Posisi: Midfielder

Karier klub: Grenoble (2010-11), Bastia (2011-13), Lille (2013-…)

Sumber: Tabloid Soccer

Juara piala dunia u-20, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, prancis juara piala dunia u-20

Yang Unik Dari Juara Piala Dunia U-20

Juara piala dunia u-20, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, prancis juara piala dunia u-20
Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Sebuah catatan manis berhasil dibuat oleh Prancis di ajang Piala Dunia U-20 2013. Pada final yang berlangsung pada Sabtu (13/7), Paul Pogba cs berhasil menang atas Uruguay lewat adu penalti dengan skor 4-1. Itu merupakan sejarah baru karena Prancis belum pernah menjuarai ajang ini.

Sejak digelar pada tahun 1977 dengan nama Piala Dunia Junior, Argentina merupakan penguasa Piala Dunia U-20. Tim Tango tercatat telah enam kali menjadi yang terbaik. Terakhir kali mereka menjadi kampiun pada 2007 saat digelar di Kanada

Kolektor Gelar Juara Piala Dunia U-20

Argentina 6 1979, 1995, 1997, 2001, 2005, 2007
Brazil 5 1983,1985, 1993,2003, 2011
Portugal 2 1989, 1991
Ghana 1 2009
Spanyol 1 1999
Rusia 1 1977
Jerman 1 1981
Prancis 1 2013

 

Hingga saat ini, tercatat hanya tiga tim yang mampu juara PIala Dunia U-20 secara back to back. Ketiganya adalah Brazil, Portugal, dan Argentina. Namun, tim Tango berhasil dua kali mencatat back to back, yakni pada 1995 dan 1997 serta 2005 dan 2007.

Tuan rumah Piala Dunia U-20 ternyata tak punya rekor apik. Dari 19 penyelenggaraan tercatat 17 kali gelar direbut oleh tim nontuan rumah. Anomali hanya terjadi saat Portugal juara pada 1991 dan Argentina pada 2001.

Sumber: Tabloid Soccer

Juara piala dunia u-20, piala dunia u-20, piala dunia u-20 2013, piala dunia u-20 2013 turki, prancis juara piala dunia u-20

Yang Menarik Dari Piala Dunia U-20 2013

Piala Dunia U-20 2013 di Turki telah usai akhir pekan silam. Sejumlah catatan menarik dari turnamen yang dihelat di Turki itu masih layak disimak. Turnamen yang juga disebut Piala Dunia Junior itu kerap membidani banyak talenta-talenta muda yang akhirnya berkibar di dunia sepakbola. Turki 2013 sangat mungkin mencetak calon bintang yang akan mengikuti jejak nama-nama seperti Diego Maradona, Lionel Messi, Zvonimir Boban, Sergio Aguero, Pablo Aimar, Adriano, dan Robert Prosinecki.

Juara Baru yaitu Prancis

Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)
Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Prancis keluar sebagai kampiun baru Piala Dunia Junior alias U-20. Tim berjulukan Les Bleuets itu adalah juara kesembilan sepanjang sejarah. Di final, Si Biru Kecil mengalahkan Uruguay lewat adu penalti. Kiper Uruguay, Guillermo de Amores, boleh saja terpilih sebagai kiper terbaik yang diganjar sarung tangan emas (golden gloves). Namun, kiper Prancis, Alphonse Areola, tampil lebih baik daripada rekannya itu di saat yang tepat.

Kedua kiper tidak kebobolan di final yang digelar di Ali Sami Yen Arena, Istanbul, pada Sabtu (13/7). Perbedaan terletak saat adu penalti. Empat algojo Prancis sukses menaklukkan De Amores. Areola mementahkan dua eksekutor Uruguay, bek Emiliano Velazquez dan gelandang Giorgian De Arrascaeta. Uruguay yang lolos ke final dengan mengempaskan Irak lewat adu tembakan 11 meter ini akhirnya harus mengakui keunggulan Les Bleuets.

Final ini adalah  yang pertama buat Prancis dan kedua bagi Uruguay (Setelah 1997). Prestasi ini merupakan lonjakan bagi Les Bleuets setelah sebelumnya hanya mencatat prestasi terbaik sebagai peringkat keempat dua tahun sebelumnya di Kolombia 2011. Prancis patut disebut telah membuat regenerasi mengesankan.

Waktu Ekstra dan Adu Penalti

Laga puncak yang mesti diselesaikan via adu eksekusi 12 pas ini merupakan yang kelima sepanjang sejarah. Empat sebelumnya adalah edisi perdana (Tunisia 1977 dengan juara Uni Soviet), Cili 1987 (juara: Yugoslavia), Portugal 1991 (juara: tuan rumah), dan Mesir 2009 (kampiun: Ghana).

Untuk skor imbang hingga waktu normal berakhir, final kali ini adalah yang ketiga beruntun. Empat tahun lalu, Ghana mencatat skor nirgol hingga 120 menit sebelum menang via adu tostosan atas Brasil. Dua tahun lalu, Brazil menang 3-2 atas Portugal setelah melalui perpanjangan waktu.

Calon Bintang Piala Dunia U-20

Beberapa nama yang bisa dimasukkan ke dalam daftar calon bintang, walau Prancis kembali menyajikan wakil terbanyak. Dua kiper di final, Alphonse Areola dan Guillermo de Amores,menjadi dua nama pertama yang akan mengundang banyak peminat. Guillermo Varela sudah menunjukkan bukti untuk Manchester United dengan menjaga pertahanan Uruguay hingga hanya kebobolan tiga kali sepanjang turnamen.

Guillermo De Amores, kiper Uruguay meraih Golden Gloves Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)
Guillermo De Amores, kiper Uruguay meraih Golden Gloves Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Dari lini tengah, duet Florian Thauvin dan Axel Ngado patut diketengahkan. Di depan, Nicolas Lopez membuat empat gol. Jika saja Uruguay yang keluar sebagai kampiun, striker Roma ini bisa menjadi pemain terbaik. Ia mesti puas dengan Silver Ball. Ebenezer Assifuah (Ghana) memperlihatkan ketajaman yang mendatangkan Golden Shoe, sepatu emas, karena koleksi setengah lusin gol dirinya adalah yang terbanyak.

Ebenezer Assifuah pencetak gol terbanyak di Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)
Ebenezer Assifuah pencetak gol terbanyak di Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Calon Kapten Timnas Prancis Senior

Paul Pogba meraih Golden Ball Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)
Paul Pogba meraih Golden Ball Piala Dunia U-20 (sumber foto: www.fifa.com)

Sangat mungkin melihat kapten masa depan timnas senior Prancis dalam diri seorang Paul Pogba. Sebagai kapten Prancis U-20, pemain binaan Manchester United itu memastikan lini tengah sebagai wilayah kekuasaanya yang menjadi awal kekuatan hingga bisa menghadirkan titel.

Gelandang milik Juventus itu diangkat pula sebagai pemain terbaik turnamen dan mendapatkan bola emas (Golden Ball). Sebuah noda adalah absensinya di partai ketiga fase grup sehingga Prancis kalah dari Spanyol.

Absensi itu membawa pertanyaan pula soal temperamennya. Dua kartu kuning dari dua laga sebelumnya adalah penyebab Pogba tak boleh bermain. “Tak ada keluhan untuk semua pemain. Mereka memiliki tanggung jawab masing-masing dan dengan cara berbeda menambah kesuksesan untuk tim. Mereka telah mewakili Prancis lewat jalan terbaik, tak hanya di dalam, tapi juga di luar lapangan. Pentingnya Paul bagi tim ini sudah jelas,” kata pelatih Les Bleuets, Pierre Mankowski, menolak mengkritik kaptennya yang mencetak tujuh gol untuk Juventus musim silam.

Data Piala Dunia U-20 2013 Turki

Golden Ball: Paul Pogba (Prancis)

Silver Ball: Nicolas Lopez (Uruguay)

Bronze Ball: Clifford Aboagye (Ghana)

Golden Shoe: Ebenezer Assifuah (Ghana)

Silver Shoe: Bruma (Portugal

Bronze Shoe: Jese Rodriguez (Spanyol)

Golden Glove: Guillermo de Amores (Uruguay)

FIFA Fair Play Award: Spanyol

Sumber: Tabloid Bola

Piala Dunia U-20 2013 di Turki dapat dikatakan yang paling sukses dari turnamen sebelumnya (sumber foto: fifa.com)

Alasan Piala Dunia U-20 Turki 2013 Menjadi Yang Terbaik

Piala Dunia U-20 2013 di Turki dapat dikatakan yang paling sukses dari turnamen sebelumnya (sumber foto: fifa.com)
Piala Dunia U-20 2013 di Turki dapat dikatakan yang paling sukses dari turnamen sebelumnya (sumber foto: fifa.com)

Piala Dunia U-20 tahun 2013 yang diadakan di Turki memang tak diikuti dua pelanggan favorit bahkan tangga juara, Brazil dan Argentina. Namun, pergelaran mengesankan ternyata dibuat oleh peserta Piala Dunia U-20 yang lain.

Spanyol, favorit utama terutama sebab absensi Brazil dan Argentina, ternyata mesti keok di tangan Negara Amerika Selatan lainnya, Uruguay. Cukup banyak alasan untuk menilai Piala Dunia U-20 2013 di Turki ini sebagai salah satu turnamen yang terbaik dari yang sebelumnya.

Timnas 8 Besar Terproduktif

Perempatfinal Piala Dunia U-20 menyajikan gol terbanyak dibandingkan putaran serupa di PD junior. Total 18 gol (berkat tujuh gol Ghana vs Cili dan enam gol dari Irak kontra Korea Selatan) hanya bisa didekati 16 gol pada 2009. Perempatfinal terproduktif berikutnya adalah 1981, 1991, dan 2011 dengan 15 gol.

Tanpa menghitung tahun 1977 dikarenakan fase gugur langsung masuk semifinal, babak delapan besar turnamen tersedikit terjadi pada tahun 1987 (di Cili) dan sepuluh tahun kemudian di Malaysia.

Sebaran Merata

Dari turnamen antarnegara yang diselanggarakan FIFA (Piala Konfederasi yang menampilkan juara di benua masing-masing), Piala Dunia U-20 menunjukkan sebaran merata yang hingga saat ini tak terlihat di Piala Dunia senior. Prancis, Ghana, Irak, dan Uruguay menegaskan pemerataan.

Tempat di empat besar Turki 2013 diisi wakil dari empat benua. Catatan ini adalah yang keempat kali saja terjadi di kompetisi ini setelah tahun 1993, 1999, dan 2009.  Pada turnamen 1993 yang digelar di Australia itu, semifinal diisi Brazil (yang akhirnya menjadi kampiun), Ghana, Inggris dan tuan rumah. Enam tahun kemudian di Nigeria, empat besar menampilkan Spanyol (juara), Jepang, Mali dan Uruguay. Di Mesir 2009, Ghana (juara), Brazil, Hungaria dan Kosta Rika.

Promosi Untuk Piala Dunia U-17

Perihal kesetaraan kemampuan antar benua. Piala Dunia U-20 masih lebih uggul dibanding Piala Dunia U-17. Turnamen dunia yang lebih junior itu hanya menampilkan empat benua berbeda di semifinal pada pergelaran Italia 1991 (Ghana, Spanyol, Argentina, dan Qatar) dan di Selandia Baru tahu 1999 (Brazil, Australia, Ghana, dan Amerika Serikat).

Piala Dunia U-17 berkesempatan mendekati rekor turnamen kakaknya itu dalam beberapa bulan ke depan. Putaran final U-17 berikutnya akan dihelatpada 17 Oktober hingga 8 November tahun ini. Hanya, peluang pemerataan di Uni Emirat Arab 2013 bisa sangat kecil. Walau Spanyol U-17 absen, tiga Negara kuat Amerika Selatan (Brazil, Argentina, dan Uruguay) akan ambil bagian.

Kejutan dari Irak

Masuknya Irak sebagai alasan menariknya turnamen kali ini mungkin agak subyektif karena sentiment sesama Negara Asia. Saying, dua wakil lain Benua Kuning, Korea Selatan dan Uzbekistan, gagal lolos. Irak mesti berhadapan dengan Korsel di delapan besar.

Keriaan seputar kehadiran Irak tak sekadar perbaikan rekor pribadi mereka di Piala Dunia junior, yakni perempatfinal 1989. Negara itu menatap alasan untuk bergembira setelah kesesakan dan ketidakpastian hidup. Masa depan sepakbola Irak sangat cerah. Angkatan ini diharapkan bisa tampil di Piala Dunia senior seperti 1996 atau kampiun Piala Asia 2007 (level senior) yang kita ingat lewat “keajaiban Jakarta” pada tahun 2007.

“Persematan pemain-pemain yang istimewa. Kami membangun tim ini menjadi seperti keluarga,” demikian menurut pelatih Irak, Hakeem Shaker, di The National. Sayang, Irak gagal ke final setelah kalah adu penalti dari Uruguay walau sempat unggul hingga menit ke-88.

Juara Baru

Setelah Ghana dihempaskan Prancis, kompetisi ini memastikan munculnya kampiun anyar, yaitu Prancis. Ghana, kampiun 2009, adalah eks juara terakhir yang tersisa di semifinal.

Sumber: Tabloid Bola